topmetro.news, Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa partainya sedang menyesuaikan struktur kepemimpinan untuk menghadapi dinamika politik masa depan, salah satu faktor utama adalah demografi pemilih muda.
“Pemilu ke depan, 58 persen pemilihnya adalah anak muda. Maka partai harus menyesuaikan diri dan memberikan ruang bagi mereka,” kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Arahan ini disampaikan Hasto pada pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konfercab Serentak PDI Perjuangan Sulawesi Selatan di Makassar, Senin.
Sebagai respons terhadap demografi pemilih tersebut, Hasto mengumumkan instruksi dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai transformasi struktural partai.
“Instruksi Ibu Ketua Umum di dalam pembahasan sidang-sidang komisi, nanti dapat ditambahkan Subkomisi Komunikasi Politik dan Siber. Ini anggotanya terdiri dari anak-anak muda yang menjadi utusan konferda yang usianya di bawah 40 tahun,” kata Hasto.
Ia mengaku secara pribadi kerap bertemu dengan anak muda untuk menggali ide-ide segar. “Sebagai sekjen, hampir setiap hari saya bertemu anak muda mencari ide-ide genuine mereka karena merekalah yang paling paham zamannya,” ujarnya.
Tidak hanya di bidang politik, PDIP Sulsel juga mendorong generasi muda untuk mengambil peran utama dalam membangun ekonomi regional.
Hasto mencontohkan bagaimana usaha lokal bisa bersaing dengan raksasa global.
“Lihat Coto Makassar, ini bisa menggoncang jaringan makanan global. Atau Kopi Kenangan yang mampu bersaing dengan raksasa kopi dunia. Ingat kopi Tana Toraja telah mendunia,” ujarnya.
Di hadapan kader muda, Hasto menekankan bahwa kekuatan ekonomi masa depan ada di tangan mereka.
“Zaman sekarang, yang kecil dengan strategi tepat bisa mengguncang kemapanan. Ini era dimana kalian bisa berdiri di atas kaki sendiri,” kata Hasto.
Menjawab kekecewaan generasi muda terhadap politik praktis, PDIP mengusung politik etis sebagai alternatif dari politik transaksional.
Hasto juga mengutip nilai-nilai perjuangan Zohran Mamdani yang sukses memenangkan Pemilihan Wali Kota New York, AS, meski dengan dana terbatas.
“Kami tidak mendewa-dewakan uang dalam demokrasi. Yang kami butuhkan adalah kekuatan moral dan keberpihakan pada rakyat,” tegas Hasto.
Hasto menyiratkan PDIP memahami generasi muda yang lelah dengan politik uang. PDIP menawarkan jalan berbeda: politik berbasis nilai dan integritas, koreksi terhadap hegemoni kapital, serta pemberantasan praktik politik uang.
Ketua DPD PDIP Sulawesi Selatan Andi Ridwan Wittiri menekankan pentingnya soliditas internal sebagai modal menghadapi tantangan.
“PDI Perjuangan adalah partai ideologis, partai yang menjadikan Pancasila sebagai dasar ideologi, prinsip perjuangan, dan panduan dalam setiap langkahnya,” ujar Wittiri.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama konferda adalah melahirkan struktur kepemimpinan yang solid, strategi partai yang terukur, dan program kerja yang menyentuh kebutuhan rakyat.
“Satu hal yang tidak boleh ditawar adalah soliditas-soliditas antara struktur partai, legislatif partai, dan eksekutif partai. Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada ego sektoral, tidak boleh ada kepentingan yang menggerogoti. Kita adalah satu barisan perjuangan dengan satu tekad, bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Acara pembukaan Konferda PDI Perjuangan Sulawesi Selatan dihadiri sejumlah pimpinan pusat partai, yaitu Komaruddin Watubun (Ketua Bidang Kehormatan Partai), Abdullah Azwar Anas (Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Kerakyatan), dan Yuke Yurike (Wakil Bendahara Umum).
Selain itu, pengurus PDI Perjuangan dari semua wilayah di Sulawesi Selatan hadir, dipimpin Ketua DPD PDIP Andi Ridwan Wittiri.
sumber:antaranews

